penjara dan terdakwa

Rabu, 12 Januari 2011
Sepertinya, klo gak heboh dan bikin sensasi gak afdhol ya? Negeri ini emang lucu. Seorang walikota yang terdakwa kasus korupsi bisa melantik pejabat daerah. Pelantikan dilakukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP). Lebih lucunya lagi, dalam pengambilan sumpah jabatan para pejabat daerah itu, tertulis tidak akan melakukan korupsi dan dibacakan langsung oleh sang walikota yang saat itu terdakwa kasus korupsi.Apa jadinya pejabat yang dilantik, kalau yang melantik saja terdakwa kasus korupsi. Duh..! aya-aya wae seh ini negeri ku tercinta..

Jefferseon Soleiman Rumajar


Serempet dikit ah soal PSSI. Kasus seperti ini tidak ada bedanya kayak Nurdin Halid yang tetep keukeuh ya boo.. buat memimpin walopun dari balik jeruji penjara. Nurdin Halid tersangka kasus korupsi waktu itu tetep gak mau turun dari jabatannya. Jefferson juga sama, gak mau turun dari jabatan walikota Tomohon. Mau daftar CPNS aja mesti ngelampirin SKCK dari kepolisian. Lha ini kenapa terdakwa pada mejeng di kursi jabatan tertinggi di lembaga dan pemrintahannya masing-masing.

Belum kelar masalah ini, ada lagi yang lebih lucu. Di Bojonegoro ada joki napi. Duh..! mending milih joki kuda. Jelas aturannya, klo menang pun dapat hadiah. Karni sang joki napi mengaku dibayar 10 juta untuk menggantikan posisi Kasiem yang terpidana 7 bulan penjara. Tuntutan ekonomi membuat seseorang rela melakukan apa saja. Salah satu bukti, kalau hukum bisa dipermainkan dan diperjualbelikan.

Geser lagi ke tempatnya Om Gayus Tambunan *gak kelar-kelar ini kasus! ampun dah! Gw jadi rancu kasus ini bakalan ngegantung macam Century yang gak jelas juntrungannya kemana* Sebuah fakta terungkap lagi kalau Gayus plesiran ke Singapore menggunakan paspor palsu atas nama Sony Laksono.

wig murahan ya Om? :p


Banyak keganjilan disini, pertama kalau bikin paspor (berdasar pengalaman,hehehe gaya dikit ah gw :p) harus menyertakan sidik jari dan itu menggunakan sistem scan. Mungkin si Gayus waktu scan sidik jari, yang di scan sidik jari kaki. Buahahaha..dibius petugas Imigrasinya dengan aroma kaki Gayus..:) Lalu yang kedua, saat pengambilan foto, yang berkacamata harus dilepas kacamatanya, sedangkan si Gayus tetap menggunakan kacamata. Terakhir, petugas pemeriksa di Bandara kok bisa meloloskan Gayus. Pengalaman gw, pengecekan sidik jari menggunakan komputerisasi. Orang yang udah kena cekal macam Gayus ini, pasti sudah masuk database daftar orang yang dicekal untuk pergi ke luar negeri. Seharusnya kedeteksi donk.. Nah, yang terakhir... ini yang lebih menghebohkan! acara gosip selebritis mah lewaaaaattt... *lewat doank maksudnya..:p* Harga paspor Gayus 900 juta..!

Lebih konyol lagi, si Gayus ingin menjadi staff ahli di Kapolri atau Jaksa Agung atau KPK untuk memberantas korupsi di Indonesia. "Jadikan saya staf ahli Kapolri atau staf ahli Jaksa Agung, atau staf ahli Ketua KPK. Saya berjanji dalam waktu dua tahun Indonesia bersih," kata Gayus Tambunan di depan majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Yakin lu Yus dua tahun? kenapa gak lu sebutin saja siapa-siapa dedengkot koruptornya??


Link terkait:







12 komentar:

H. Nizam mengatakan...

Penegakkan hukum dinegeri kita memang sangat menyedihkan akhir2 ini.
Seperti anda sebutkan untuk mengajukan lamaran CPNS saja kita harus ajukan surat berkelakuan baik, masa walikota berstatus tersangka.
Marilah kita ikut mengawasi pemerintahan melalui kegiatan negblog.

http://multibrand.biz

Gaphe mengatakan...

mungkin ini tanda-tanda kiamat kali ya.. ketika sesuatu diserahkan kepada yang tidak amanah..

ketika yang benar dianggap salah, dan yang salah dianggap benar..

#tsaaaah... bahasa gw

ria haya mengatakan...

haduh...kok jadi semakin menggelikan ya...
emang dah pada putus urat malunya kali tu para koruptor
cuma bisa geleng2 aja

the dream catcher mengatakan...

sementara gue baca di koran hakim Albertina Ho itu ditolak permintaan kredit beli rumah karena gajinya terlalu kecil.
Trus denger2 ada sih sekumpulan orang gak berguna yang dpt uang sewa rumah 12,5 jt sebulan karena rumah yang disediakan negara dari uang rakyat itu belom kelar2...
BEGITULAH NEGARA INI MENGHARGAI ORANG JUJUR DAN BERDEDIKASI DAN SETIA PADA NEGARA

pandhawa-tiga mengatakan...

makanya ampe keluar kalimat " lucunya negeri ini ???"""....

Ummul Khairi mengatakan...

saya suka banget postingan ini..

Qefy mengatakan...

Booo abooo, banyak puuun masalah di tanah air kita ya. Hmm, coba kalo ada doraemon. *lhooo...:D

Ajeng Sari Rahayu mengatakan...

Ohhhhhhhh tidaaaaaaaaaaaaak ?!
Jangan sampe deh tu gayus diterima jadi staf ahli Kapolri atau staf ahli Jaksa Agung, atau staf ahli Ketua KPK. Bisa amburadul RI ntar. Dia di penjara aja dah heboh gini, apalagi dia jadi stafnya ... Bisa2 semua narapidana kasus korupsi dengan kong-kalikong sama dia dibebaskan seremmpak ...ihh nggak banget ni orang ! di penjara aja dia mah biar kapok?! kalo perlu seumur hidup :p

fizer0 mengatakan...

mau gimana lagi penegak hukum kita sudah bobrok....

ReBorn mengatakan...

ternyata 3 jagoan baru (ketua: KPK, polri dan jaksa agung) ga bisa ngalahin gayus seorang!

gayus sekarang jadi jagoan gue deh... :p

Zulfadhli's Family mengatakan...

Hai Sob, apa kabar? Sehat kan? Mangap yah Bu Bunting baru maen lagi kesini. Ampir 3 minggu boo inet di rumah diblokir. So dari akhir taun ampe tanggal 14 Januari gw gigit jari dah! nah sekarang dah nyicil2 lagi maen ke rumah tetangga, disela mabok yang melanda jiwa *maklum bunting yang sekarang pake acar mabok*

Ahhhhh cabeee dweeehhh kalo ngomongin koruptor, apalagi Gayus Tambun. Ilfill dah ekye!! Pokonya biar mereka semua itu dilaknat Tuhan di akhirat nanti!!!!!

oya, ada lomba kecil2an tuh di blog keluargazulfadhli. Monggo kalo mo ikutan. Ditunggu loh partisi-sapinya. Tengkiu Sob :-)

freestyler mengatakan...

Hii..hi... judulnya mantaf
keren deh