timur pradopo

Jumat, 15 Oktober 2010
Timur Pradopo
Kasus Trisakti dan Kasus Ampera Masih Membuntuti Calon Tunggal Kapolri Komjen Timur Pradopo. Rekam Jejak Timur soal Kasus Trisakti 1998 Harus Dibuka. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) kecewa atas terpilihnya Komjen Pol Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Pasalnya, Timur masih tersangkut tragedi Semanggi dan peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti tahun 1998. sayap.us

kasian memang, kalo mau naik pangkat ke posisi tertinggi harus banyak melalui rintangan yang sulit. rintangan yang sulit? hey, timur ini naek pangkat 2 kali dalam beberapa hari. apanya yang sulit? pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan oleh anggota DPR semalem di TV one juga kesannya hanya formalitas belaka. soalnya timur juga hanya menjawab dengan setengah hati. "... pada saat kejadian tragedi mei dan trisakti saat itu belum ada undang-undang HAM...." lha, pak! jadi kalo ga ada UUD nya boleh berbuat seenaknya gitu? sekarang juga ga ada undang-undang untuk tidak boleh mempergunakan jasa jablay. apa ini artinya orang bebabs menggunakan jasa jablay? engga dong!

masi inget ya sebelum fit dan proper test timur ketemu dulu ama ketua DPR. ini yang ngebuat semakin tidak jelasnya hubungan dpr dengan timur. apa ya tujuan mereka bertemu? apa lagi itu adalah pertemuan tertutup. apa karena jakarta sering hujan jadi dilakukanlah pertemuan tertutup? ghehehe...

kekayaan calon Kapolri Komjen Pol Timur Pradopo meningkat 109,9 persen sepanjang dua tahun terakhir, tahun 2008 sampai 2010. tribunnews.com.

wajar ya? katanya sih, katanya, kalo naek pangkat ya naek gaji lah. hm... sombong bener lay.. tapi ya bener juga sih. liat dong gw... lha? tapi tetep aja, penambahan kekayan timur tidak sesuai dengan kenaikan pangkat yang dia dapatkan. apa ada unsur melawan hukum dan tindakan gratifikasi?  tanya kenapa!

6 komentar:

Her Long and Winding Road mengatakan...

hi there ...mampirrr

ReBorn mengatakan...

hi juga. sering sering ya. :)

"om rame" mengatakan...

sepertinya Lebih mengandaLkan kuantitas yah, dari pada membuktikan kuaLitas sebagai caLon pemimpin yang kompatibeL dibidangnya. hmmm...

H. Nizam mengatakan...

Halo teman,
Tulisan yang menarik untuk dibaca.
Terima kasih anda telah follow blog saya di Google Friend Connect. Saya juga sudah follow balik.

multibrand.blogspot.com

Ocky Fajzar mengatakan...

hehe nice artikel hehe saya kurang update nih masalah kasus ini.. salam kenal

ReBorn mengatakan...

^om rame
seharusnya hal ini segera diubah, pak. ga bagus jadi kebiasaan

^nizam
sering-sering maen aja ya pak.

^ocky
sering maen ya, ky.