People Power (1 of 3)

Senin, 11 Juni 2012

Dimulai dengan kisah bayi yang bernama Bilqis yang lahir dengan empedu yang tidak berkembang secara normal, lalu Prita yang melawan Rumah Sakit Omni International. Ada People Power yang bermain didalamnya.

People Power sebenarnya sudah lama ada. Dimulai dari tahun ’83 sampe ’86 (anjis, gue baru lahir…J) di Filipina yang berusaha menggulingkan Ferdinand Marcos dengan metode Nonviolent Revolution (demonstrasi revolusi tanpa kekerasan). People Power adalah pengaruh massa secara nyata terhadap naluri kemanusiaan.


Awalnya, People Power bersifat positif. Massa secara sadar menyatakan dukungan yang nyata terhadap kedua kasus diatas. Sampe gue liat berita, kalo ga salah SBY yang bilang, Jika dibiarkan, People Power akan menjadi akibat yang buruk bagi Negara. Awalnya gue berpikir; “Ah, ni orang takut kali digulingkan dari posisinya sekarang”. Ternyata gue salah. Tapi ga berarti dia benar. Tetep gue ga mau ngalah J

Sebagai contoh; quartal pertama ini pemerintah sempat melakukan sidang untuk mencari keputusan akan menaikkan BBM atau tidak. Karena People Power, seluruh elemen masyarakat menolak untuk menaikkan harga BBM. Harga kebutuhan pokok sudah terlanjur naik, tapi harga BBM ga jadi naik. Siapa yang diuntungkan? Pengusaha kotor dan politikus busuk. Kenapa gue bilang gitu?

Karena ada pihak tertentu (clue: pihak asing) yang tidak mau Indonesia meningkatkan pemanfaatan sumber daya alamnya. Indonesia memiliki SDA terbesar di dunia. Tenaga anginnya, tenaga panas buminya, tenaga arus dalam lautnya, apalagi lagi tenaga sinar mataharinya. Kenapa pihak tersebut ga mau Indonesia menggunakan SDA nya? Karena kalo semua itu berhasil dijalankan di Indonesia, pengusaha minyak akan merugi besar-besaran. I bet my wallet on it. Even my wallet is empty. Hahahaha. Tapi beneran deh, Indonesia adalah customer minyak terbaik saat ini. Pemborosannya dalam penggunaan minyak bumi sangat mengagumkan parahnya. Pembangkit listrik kita berapa persen sih yang ga make minyak? Padahal sumber daya manusia kita mampu lho untuk membuat PLTN.

Padahal klo ga subsidi, pemerintah bisa menganggarkan uang nya ke tempat lain. Infrastruktur misalnya… atau ke pendidikan… atau kemana saja yang tergolong peningkatan kemakmuran rakyat yang lebih bermanfaat dalam jangka panjang. Sekali lagi, sudah sewajarnya harga minyak untuk naik. Jangan dibiasakan dimanja terus menerus dengan subsidi. Kita semua yang rugi klo gini terus. Pemerintah ga bisa fokus ke hal lain yang lebih penting, rakyat terlena untuk tidak menggunakan alternatif energi lain.

FYI, India yang telah menggunakan nuklir sebagai pembangkit listriknya memiliki harga 2 kali lipat pada BBM untuk jenis yang sama. J

Kalo sudah begini, apa People Power masih memiliki makna revolusi?

1 komentar:

sherlina mengatakan...

www.indobet77.com

Master Agen Bola , Casino , Tangkas , Togel Terbesar
dan Terpercaya Pilihan Para Bettor

Promo Terbaru :
- Bonus  10% New Member Sportsbook
- Bonus 5% New Member Casino Online
- Bonus 10% Setiap Hari Bola Tangkas
- CASHBACK untuk Member
- BONUS REFERRAL 5% + 1% Seumur Hidup

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : indobet77_sb2@yahoo.com
- EMAIL : indobet77@gmail.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7238
- WECHAT : indobet77
- SMS CENTER : +63 905 213 7238
- PIN BB : 2B65A547 / 24CC5D0F

Salam Admin ,
http://indobet77.com/