Slider
Saling Jegal dan Pilih-Pilih
Posted by Adi Yulianto
Sudah lama tak berkunjung ke blog ini, sekalinya berkunjung ane disentil diputing gan sama admin nya, karena sudah lama tak menelurkan satu posting p...Standar Motor
Posted by satriyo nugroho
Mudah-mudahan anda punya istilah yang sama dengan yang berlaku dikota saya saat ini mengenai "standar motor" nama salah satu bagian dari sepeda mot...SKETSA SANG PENULIS
Posted by satriyo nugroho
TERIMAKASIH KEPADA SANG PENULIS BLOG INI (ada yang berminat merangkai kata di blog ini lagi?)semuanya mungkin di tempat dugem
Posted by ReBorn
pelatih kesebelasan Timnas Filipina Simon Mcmenemy tampak sumringah bisa memeluk tubuh seksi model dan bintang sinetron Rahma Azhari. siapa sih...
Udah Nonton Belum ?
Crazy Rich Asians (2018)
0 comment 23 Oct 2018 - satriyo nugrohoYang saya suka dari orang-orang tajir edan disini adalah mereka tidak suka menyombongk...
Read More
Hot News
Saling Jegal dan Pilih-Pilih
2 comment 03 Jul 2012 - Adi YuliantoSudah lama tak berkunjung ke blog ini, sekalinya berkunjung ane disentil diputing gan sam...
Read More
Technology
Ini adalah bagian terakhir dari tulisan berjudul People Power
1 comment 19 Jun 2012 - ReBornIni adalah bagian terakhir dari tulisan berjudul People Power. Silakan baca dulu tulisan...
Read MoreIni adalah bagian terakhir dari tulisan berjudul People Power
1 comment 19 Jun 2012 - ReBornIni adalah bagian terakhir dari tulisan berjudul People Power. Silakan baca dulu tulisan...
Read More
Life & style
Jangan berulang
7 comment 04 Sep 2011 - Adi YuliantoSelamat hari raya Idul Fitri 1432 H, gw selaku penulis di blog ini dan mungkin juga mew...
Read More
Games
Standar Motor
6 comment 21 Jun 2012 - satriyo nugrohoMudah-mudahan anda punya istilah yang sama dengan yang berlaku dikota saya saat ini men...
Read MoreGara-gara salah taroh "Barang", Mawar telat tiga bulan
1 comment 04 Jan 2012 - satriyo nugroho Read More
KOMEDI
Gara-gara salah taroh "Barang", Mawar telat tiga bulan
1 comment 04 Jan 2012 - satriyo nugrohoPREAMBULE (PEMBUKAAN) Hmmmpppp.... memang beginilah nasib seekor blog yang mulai ditelant...
Read More
Sebenarnya agak lucu juga seh gw nulis tema yang satu ini. Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) untuk daerah Yogyakarta telah disiapkan. Duh, kok gw menafsirkan *halah! mimpi kali ditafsir..hehe* klo hal ini hanya sia-sia saja. Dalam RUUK, dituliskan klo gak salah (sory,gw gak menampilkan link.karena terlalu banyak referensi yang gw buka) kepala pemerintahan di Yogyakarta akan dipilih melalui PEMILUKADA. Seketika itu juga rakyat Jogja menolak.
Gimana ya guys, seperti yang udah gw bilang tadi klo pemilukada hanya sia-sia. Begini, pertama kalo pemilukada tetap dilaksanakan dan Sri Sultan dicalonkan. Sudah ketebak kan siapa yang jadi pemenangnya. Kedua, pemilukada itu tidak butuh dana sedikit. Buanyak banget dan yang pastinya akan menyedot anggaran belanja daerah dan kalau diurut ke atas akan menyedot anggaran belanja negara juga tho. Nah! buat apa pemilukada kalo pemenangnya sudah ketahuan sebelum kampanye (dengan asumsi Sri Sultan dicalonkan)
Di sebuah stasiun televisi, gw lupa waktu itu channel apa yang nayangin. Pokoknya, masyarakat diwawancara mengenai tanggapan soal RUUK Yogyakarta. Banyak masyarakat yang mengatakan "kulo manut Sri Sultan mawon" (saya nurut sama Sri Sultan saja). Bahkan ada yang bilang "sistem monarki itu hanya di dalam keraton, Yogyakarta sendiri demokratis kok". Iya seh, Negara Indonesia negara hukum dengan menjunjung tinggi demokrasi. Tapi selama pemerintahan Sri Sultan dan Paku Alam, Yogyakarta adem ayem, tentram dan damai-damai saja kok. Jangan ganggu lah kesitimewaan Yogyakarta. Yogyakarta terlalu bersejarah untuk diusik. Kita tunggu sajalah gimana perkembangan selanjutnya. Atau jangan-jangan ini hanyalah pengalihan kasus. Klo gw urutkan dari kasus Century (hooaaammm,nguap kan gw..heheh) yang dialihkan ke kasus KPK vs POLRI kemudian dialihkan ke kasus Gayus dan sekarang RUUK Yogyakarta. Paling baru adalah pajak yang akan dikenai ke WARTEG!
Oh! men..! warteg kena pajak, yang kena dan mesti bayar adalah konsumen. Tadinya telor+nasi+sayur+gorengan cuma 5000-6000 setelah kena pajak mungkin bisa jadi 8000-9000. Gw sebagai pecinta masakan dan pelanggan warteg, sedikit menyesalkan. Walaupun kebijakan ini hanya dilakukan di Jakarta, tak menutup kemungkinan daerah di luar Jakarta akan ngikut. Kesederhanaan dan murah meriahnya nasi WARTEG akan menghilang ketika pajak itu diberlakukan. Bisa lu bayangkan,ketika lu selesai makan dan akan membayar pelayan di warteg menghitung lalu memberikan struk yang telah bertuliskan "SUDAH TERMASUK PPN 10%" apa bedanya dengan fast food dan junk food yang ada di mall-mall besar.
Word Together's Admin

Mbegegeg ugek-ugek hemel-hemel sak dulito langgeng. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vivamus leo ante, consectetur sit amet vulputate vel, dapibus sit amet lectus. Etiam varius dui eget lorem elementum eget mattis sapien interdum. In hac habitasse platea dictumst.
You May Also Like...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Popular Post
-
hai semua. sebelumnya gue mo minta maaf nih, tapi blog ini memang bertujuan untuk menyampaikan berita dari sudut pandang penulis yang demen...
-
pelatih kesebelasan Timnas Filipina Simon Mcmenemy tampak sumringah bisa memeluk tubuh seksi model dan bintang sinetron Rahma Azhari. ...
Author

Comments
- Blogger SerabutanNggak jadi direnovasi kan akhirnya? malu mungkin sama masyar… more
- Admin+wah mesti koment ap yh.... sy standar j deh ms hehehe,,, the… more
- ahmad najiullahnamanya main stand. referensi dari sini. wakakakakahttp://al… more
- ReBorneaaaa... kena sentil nih gue sebagai anggota ormas itu... hh… more
- ReBornJagrak boss. hahahahah
gue suka judulnya :)
ReplyDeleteHihihi, emang cuma buang2 duit kalo jadi diadakan PEMILUKADA di jogja. Wong udah ketauan masyarakat pasti milih Sultan & Sltan pasti nyalonin diri
ReplyDeleteKalo ngomongin warteg, toss dulu ah sebagai sesama penggemar warteg. Murah meriah. Tapi yang judulnya bisnis, menurut gw kaga papa juga seh kalo mo dikenain pajak. Asalkan duit pajaknya ga masuk ke kantong pribadi ajah!
gue ga mau ngejelek-jelekin presiden pertama sih. tapi kejadian keraton yogya plus minus sama seperti kejadian kerajaan aceh. terjadi kesalahpahaman (atau lebih ke arah pengkhianatan?) tentang kekuasaan kerajaan tersebut. yogya pernah meminjamkan tanahnya sebagai ibukota sementara untuk indonesia, aceh pernah ngasih pesawat untuk pertahanan nkri. keduanya punya janji masing-masing. karena ga hitam diatas putih, semua jadi berantakan.
ReplyDeletegue ga setuju warteg kena pajak. orang kecil kok malah dibuat tambah susah. banjir tuh urusin! :p
Wah kalau urusan kaya gini ane nyimak sajah brad ...!!!
ReplyDelete@ria: thanks yow..:)
ReplyDelete@zulfadhli: nah itu dia, pemilukada kan butuh duit tuh.klo udah ketahuan siapa pemenangnya buat apa juga pemilukada. Klo mau dikenain pajak,yg penting jelas aliran duit pajaknya.
@raja: setahu gw seh emang begitu Ja..,tp ya itu gak ada hitam di atas putih. betul! banjir tuh urusin,jangan kumis mulu dipanjangin..:p
@Chugy: gak komen neh? yakin gak komen..?? hehehe
@imtikhan: thanks bro!
Tentang Jogya:
ReplyDeleteSaya sependapat dengan anda bahwa kalau ada pemilukada pasti sia2 karena pasti yang terpilih sultan. Lain halnya kalau diberlakukan pula pembatasan masa jabatan 2x max. seperti provinsi lain.
Tentang Warteg:
Saya pernah tanya pemilik beberapa warteg, dan pedagang kaki lima, mereka bilan selama ini sudah dipungut uang retribusi oleh pemda.
Kalau dikenakan pajak lagi mereka terpaksa naikkan harga sehingga pada akhirnya rakyat pembeli yang harus menanggung.
Kalau hasil pajak tidak sirampok orang2 seperti Gayus mungkin protes tidak akan terlalu keras.
kunjungan perdana sobat! :)
ReplyDeletelink & sobat sudah nempel rapi diblog saya.
tempel balik yah ;)
ga pernah ke jogja, baca postinganx jadi pengen nyoba hidup dijogja...
ngapain pemerintah ngusik keistimewaan jogja, urusin tuh kasus gayus yg gak kelar2..
ReplyDelete@multibrand: tuh kan! jauh sebelum pajak diberlakukan mereka udah bayar retribusi. masih tega narik pajak lagi dari rakyat kecil??
ReplyDelete@mon2: salam kenal juga sob..:)
@newbies: setuju..!! merdeka lah merdeka..!! hidup Jogja..hehe
entahlah....
ReplyDeleteko saya jadi tambah eneg dengan gaya kepemimpinan sekarang ini.
Jogja yang ga da masalah malah dipermasalahkan sama SBY.
Kasus-kasus korupsi yang tak kunjung selesai masalahnya, malah dianggapnya bukan masalah
SBY... SBY... SBY...
wong yen saya pikir, justru pilkada di jokja itu mo diadakan biar 'oknum pejabat' terkait bisa dapat peluang 'nilep dana' seperti nilep pajak termasuk pajak dari warteg he he
ReplyDeleteSore brad...numpang nyimak sajah komentar dari rekan2 ni wekwekwewek....
ReplyDeleteyang pasti....saya pengen maen ke Yogya.....belum kesampean ni kawan...hadoooch...
ReplyDeleteTolong jangan diusik kemurah meriahannya warteg..masih banyak orang-orang kaya yang ngemplang pajak..jangan ganggu privellege orang-orang sederhana..:)
ReplyDelete@all: intinya! yang belom maen ke Jogja segeralah..!! jaga2 klo jogja minta referendum terus merdeka,pas maen ke jogja kudu pake paspor..! dan yang belum puas makan di warteg juga disegerakan. sebelum pajak itu membuat warteg tak sederhana seperti nama yang biasa digunakan "WARTEG SEDERHANA" berganti "WARTEG BERPAJAK" *what the hell..!!*
ReplyDelete