SATRADIO ADS

Slider

Udah Nonton Belum ?

Ketawa Lewat Kata-Kata

Technology

Life & style

Games

Sports

My Picture's

» » global dimming

ilustrasi global dimming

gunung pinatubo, filipina, yang pernah erupsi pada tahun 1991 menghasilkan efek yang luar biasa ke seluruh dunia. 45 hari pasca ledakan, sulfur dioksida dan awan aerosol membentuk pita lebar sepanjang khatulistiwa. setahun kemudian, SO2 bergerak ke arah Kutub Utara dan Kutub Selatan hingga menutupi bumi, karena dibawa angin stratosfer yang menuju ke kedua kutub bumi. beberapa aerosol masih bertahan di atmosfer bumi dan menahan sinar matahari serta panas ke permukaan bumi. ini adalah pendinginan global, bahasa kerennya global dimming.

Frank Raes dalam Konferensi IGAC ke 6 di Bologna tahun 1999, menggarisbawahi bahwa: Tanpa aerosol, kita tidak akan punya awan dan tumbuh-tumbuhan (without aerosols we don't have cloud and vegetation). pembentukan awan dimulai dari kondensasi uap air ke zat padat halus yang mengapung di udara, kayak debu atau jelaga. Dari kondensasi itu terbentuk butir-butir air awan. zat pencemar berupa serbuk halus itu ternyata bisa bekerja sebagai inti untuk kondensasi air pembentuk awan.

tanpa dijelaskan pun rasanya sudah mengerti bahwa yang berlebihan pasti tidak memberikan hasil yang baik. banyak efek samping merugikan bagi lingkungan jika terlalu banyak kandungan SO2 di udara. apakah seperti ini cara alam menyeimbangkan dunia? dunia panas karena polusi, dan sekarang harus dingin karena polusi juga? tulisan ini bukan untuk menakut-nakuti terkait dengan gunung merapi. tapi untuk mengingatkan, bahwa setiap kejadian pasti ada hikmah setelahnya. juga untuk saling mengingatkan karena bencana alam hanya bisa dihentikan dengan doa.

sumber:

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post